Selasa, 29 November 2016

Malang, Salah Satu Nama Kota di Jawa Timur




Kota Malang, pernahkah terbesit dalam pikiran kalian kenapa kata 'malang' yang dipilih untuk menjadi nama kota? Kata malang, dapat didefinisikan sebagai arti yang kurang disenangi oleh beberapa orang yaitu bernasib buruk.

Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.  Terletak di dataran tinggi yang cukup sejuk, 90 km sebelah selatan Kota Surabaya. Dan merupakan kota terberbesar kedua dan dijuluki sebagai kota pelajar.

Salah satu kisah asal usul Kota Malang yang dikutip dari http://halomalang.com/serba-serbi/asal-usul-nama-malang berasal dari kata 'membantah' dan 'mengahalang-halangi' yang dalam bahasa Jawa berarti 'malang'. kata ini muncul karena kisah Sunan Mataram yang berniat meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur .

Serta menduduki daerah Malang, namun ia mendapat perlawanan perang hebat dari penduduk setempat. Oleh sebab itu, Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah ini "menghalang-halangi" keinginannya. Sejak itulah daerah ini dinamakan 'Malang'.

Juga berdasarkan penemuan prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, yakni di sebelah barat daya kota Malang.

Dalam prasasti tersebut terdapat tulisan,"...aning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I..." yang berarti,"...di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu...".
  
Dari bunyi tersebut kemudian ditarik kesimpulan bahwa Malang merupakan suatu tempat di sebelah timur dari beberapa tempat yang disebutkan dalam prasasti itu. Ini menandakan bahwa pemakaian nama Malang ternyata sudah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Namun informasi yang dikutip dari http://halomalang.com/serba-serbi/asal-usul-nama-malang berdasarkan pada tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat  tulisan yang berbunyi, "Malang nominor, sursum moveor". Kalimat tersebut jika diterjemahkan akan bermakna,"Malang namaku, maju tujuanku".

Kala itu pada 1 April 1964, ketika Malang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-50, kalimat tersebut kemudian dirubah menjadi "Malangkucecwara".

Semboyan tersebut diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan asal usul kota Malang pada masa Ken Arok sekitar 7 abad silam, yang mana telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi bernama Malangkucecwara.

Dari beberapa kisah yang menjelaskan asal mula nama Kota Malang ini, kisah manakah yang menurut kalian lebih cocok mengenai kebenarannya?

Selasa, 08 November 2016

Slime : Mainan yang Mudah Dibuat Oleh Si Kecil

Oleh: Nini Peoni



Tak ada habisnya mainan untuk anak-anak. Apapun dapat dijadikan mainan untuk mereka. Apakah kalian pernah mendengar kata slime? Mainan absrak namun membuat anak-anak ketagihan. Padat namun cair, dan memiliki variasi warna. Hanya dimainkan dengan cara dipegang, dan disentuh-sentuh saja. Aneh namun banyak digemari.

Di luar negeri, slime merupakan mainan anak SD dan telah ada sekitar 5 tahun yang lalu. Slime mulai booming di Indonesia saat-saat ini. Banyak anak-anak yang tidak tanggung-tanggung untuk membeli berbagai macam warna sekaligus. Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun juga tertarik.

Slime sendiri dibandrol seharga Rp15 ribu – Rp35 ribu per botolnya sesuai dengan jenis. Ada jenis metallic, milky, clear, dll sesuai variasi. Seperti slime berwarna pelangi, berbentuk buah, slime yang ditaburi glitter.

Anak-anak juga menjadikan slime sebagai lading penghasilan mereka sendiri. Bermodalkan mencoba-coba membuat slime, hingga akhirnya memproduksi dan kemudian menjualnya. Salah satu contohnya adalah Naya yang masih duduk di bangku SD kelas 4. Ia menghasilkan Rp60 juta dari menjual slime melalui online.

Hal ini cukup mencengangkan, karena mainan seperti itu dapat laku keras dipasaran. Beberapa orang berpendapat slime bukan hanya sekadar mainan, melainkan dapat dijadikan sebagai penghilang stress. Sebenarnya kita tidak perlu mengeluarkan uang sbesar itu untuk membeli slime.

Kita juga dapat membuat slime sendiri dirumah. Bahan yang diperlukan adalah 1 botol lem cair (apapun jenisnya dapat digunakan),  2sdm (sendok makan) borax. Juga siapkan 1 mangkuk kecil dan besar. Untuk pewarna dapat menggunakan pewarna makanan.

Campurkan lem dengan air 1 gelas penuh di dalam mangkuk kecil, kemudian diaduk. Dapat juga langsung dicampur dengan pewarna. Setelah tercampur dengan rata, diamkan terlebih dahulu.

Ambil mangkuk besar, kemudian masukkan 2sdm borax, dan 2sdm air putih. Kemudian setelah diaduk dengan rata, tuang campuran lem dengan air tadi ke dalam mangkuk besar dan diaduk dengan rata. Setelah diaduk terus menerus, cairan tersebut akan terasa semakin menggumpal dan itu artinya cairannya telah menjadi slime.

Bila bagi orangtua borax terlalu berbahaya untuk anak-anak, maka ada beberapa bahan yang dapat digunakan seperti tepung kanji, minyak goreng, air, dan juga pewarna. Siapkan  400ml air bersih, 2 gelas tepung kanji, 2 sdm pewarna makanan, dan ½ gelas minyak goreng, serta mangkuk dan sendok.

Masukkan tepung kanji ke dalam mangkuk kemudian masukkan air sedikit demi sedikit dan sambil diaduk. Setelah itu masukkan minyak gorengnya dan di aduk serta lihat kekentalan adonan. Bila sudah kental maka jadilah slime dari tepung. Masukkan adonan ke dalam kantong dan ikat dengan kuat.


Dapat dilihat bahwa membuat slime sebenarnya mudah dan tidak perlu bahan yang sulit. Slime juga dapat dijadikan sebagai mainan anak-anak yang tidak berbahaya karena dapat dibuat dari bahan makanan. Dan slime dapat menjadi menarik bila diberikan berbagai variasi hingga memikat minat beli orang.