oleh Nini Peoni
Keberadaannya mulai mencuat saat ia dinyatakan sebagai calon pemimpin Jakarta. Dengan ciri khas sisiran rambut belah samping dan kemeja kotak-kotaknya. Kesederhanaan yang ia pancarkan dari dalam dirinya menarik perhatian masyarakat.
Tema blusukan yang ia terapkan menjadikan dirinya semakin dikenal. "Kesederhanaan tanpa batas", ucap Murni mendeskripsikan. Tak sedikit masyarakat yang bangga dengan pria ini. Ia tidak segan-segan untuk langsung bertemu rakyatnya dan senantiasa mendengar pendapatnya.
Jokowi begitulah ia disapa, bernama lengkap Ir. H Joko Widodo lahir di Solo tanggal 21 Juni 1961. Pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada, dengan meraih Sarjana Teknologi Kayu. Ia mulai terjun dalam dunia politik pada tahun 2005 sebagai Walikota Solo.
Tahun 2012 ia memenangi Pilkada DKI Jakarta, namun hanya dalam waktu 2 tahun ia dicalonkan oleh Megawati untuk maju sebagai capres. "Walaupun terbilang cepat, itu berarti ia memiliki cara kerja yang optimal", begitulah penilaian salah satu mahasiswi UBM.
Walaupun terbilang terburu-buru, namun hasilnya tak menepis bahwa mayoritas masyarakat juga ingin Jokowi memimpin Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kemenangannya pada tahun 2014. dengan kemenangannya, ini berarti ia juga menanggung beban yang sangat berat.
Tidak hanya pujian yang didapat, namun hal kontra juga mengelilingi Jokowi karena ciri khas blusukan-nya. "Sepertinya Jokowi lebih banyak blusukan-nya, malah dinilai lebih untuk pencitraannya. Kapan kerjanya?", begitulah yang dikatakan oleh salah satu teman SBY yang tidak ingin diberitahukan namanya.
Ia tetap mempertahankan cara kerjanya tersebut, walaupun tak sedikit yang kurang setuju. “Tidak semua orang kan paham mengenai kebijakan yang Jokowi buat”, begitulah komentar salah satu masyarakat. Setiap pemimpin memang memiliki masing-masing ciri khas kepemimpinannya, begitu juga Jokowi.
Hal ini dibuktikan Jokowi saat kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu. Setelah kunjungan selesai, ia menghampiri masyarakat sekitar dan meladeninya dengan senyum ramah. “Ya, ayo”, begitulah yang terlontar dari mulut Jokowi disertai dengan senyuman saat masyarakat mengajaknya untuk berfoto.
Ia juga menyalami satu-satu rakyatnya. Warga mengaku senang karena tak berjarak dengan pemimpinnya, berbeda dengan pemimpin lain yang hanya sekadar melambaikan tangan, begitulah yang dikutip dari salah satu media .
Dengan ciri khas kepempimpinannya yang terkesan spontan dan sederhana inilah yang menarik perhatian masyarakat. Mereka merasa diperhatikan oleh pemimpinnya sendiri, dilindungi. Sudah banyak catatan keberhasilan Jokowi yang dilakukan dengan blusukan-nya ini.





