Rabu, 26 Oktober 2016

Dialah Orang Nomor Satu di Indonesia dengan Kesederhanaannya

oleh Nini Peoni


Keberadaannya mulai mencuat saat ia dinyatakan sebagai calon pemimpin Jakarta. Dengan ciri khas sisiran rambut belah samping dan kemeja kotak-kotaknya. Kesederhanaan yang ia pancarkan dari dalam dirinya menarik perhatian masyarakat. 

Tema blusukan yang ia terapkan menjadikan dirinya semakin dikenal. "Kesederhanaan tanpa batas", ucap Murni mendeskripsikan. Tak sedikit masyarakat yang bangga dengan pria ini. Ia tidak segan-segan untuk langsung bertemu rakyatnya dan senantiasa mendengar pendapatnya.

Jokowi begitulah ia disapa, bernama lengkap Ir.  H Joko Widodo lahir di Solo tanggal 21 Juni 1961. Pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada, dengan meraih Sarjana Teknologi Kayu. Ia mulai terjun dalam dunia politik pada tahun 2005 sebagai Walikota Solo.

Tahun 2012 ia memenangi Pilkada DKI Jakarta, namun hanya dalam waktu 2 tahun ia dicalonkan oleh Megawati untuk maju sebagai capres. "Walaupun terbilang cepat, itu berarti ia memiliki cara kerja yang optimal", begitulah penilaian salah satu mahasiswi UBM.

Walaupun terbilang terburu-buru, namun hasilnya tak menepis bahwa mayoritas masyarakat juga ingin Jokowi memimpin Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kemenangannya pada tahun 2014. dengan kemenangannya, ini berarti ia juga menanggung beban yang sangat berat.

Tidak hanya pujian yang didapat, namun hal kontra juga mengelilingi Jokowi karena ciri khas blusukan-nya. "Sepertinya Jokowi lebih banyak blusukan-nya, malah dinilai lebih untuk pencitraannya. Kapan kerjanya?", begitulah yang dikatakan oleh salah satu teman SBY yang tidak ingin diberitahukan namanya.

Ia tetap mempertahankan cara kerjanya tersebut,  walaupun tak sedikit yang kurang setuju. “Tidak semua orang kan paham mengenai kebijakan yang Jokowi buat”, begitulah komentar salah satu masyarakat. Setiap pemimpin memang memiliki masing-masing ciri khas kepemimpinannya,  begitu juga Jokowi.


Hal ini dibuktikan Jokowi saat kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu. Setelah kunjungan selesai,  ia menghampiri masyarakat sekitar dan meladeninya dengan senyum ramah.  “Ya,  ayo”,  begitulah yang terlontar dari mulut Jokowi disertai dengan senyuman saat masyarakat mengajaknya untuk berfoto. 

Ia juga menyalami satu-satu rakyatnya. Warga mengaku senang karena tak berjarak dengan pemimpinnya, berbeda dengan pemimpin lain yang hanya sekadar melambaikan tangan, begitulah yang dikutip dari salah satu media . 

Dengan ciri khas kepempimpinannya yang terkesan spontan dan sederhana inilah yang menarik perhatian masyarakat. Mereka merasa diperhatikan oleh pemimpinnya sendiri, dilindungi. Sudah banyak catatan keberhasilan Jokowi yang dilakukan dengan blusukan-nya ini.                                                                                                                      

Selasa, 04 Oktober 2016

Si Suara Emas dan Perjalanannya


Wanita cantik berwajah mungil serta mata tajam indah yang memancarkan keceriaan. Rambut hitam yang menjuntai sebahu, dengan tertawa yang unik menjadi khas dirinya. Ia merupakan finalis knock out dari The Voice of Indonesia. Ia adalah seorang anggota dari Mervo yang merupakan group vocalnya.

Menceritakan pengalamannya dihadapan teman-teman dengan kebanggaan namun bercampur kekecewaan.  Kisah yang ia tempuh bersama Mervo dari titik awal mengikuti The Voice of Indonesia 2016 menarik seluruh perhatian teman-teman yang menatapnya penuh semangat. Suara merdu yang keluar dari pita suaranya membuat suasana kelas seketika terkesima.

Herly Hutahaean yang menganyam pendidikan di Universitas Bunda Mulia, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia merupakan mahasiswa semester 3 yang mulai mengikuti The Voice of Indonesia pada April 2016. Bersama teman-temannya, ia mengikuti audisi dengan mengirim video melalui email dan diterima oleh produser.


Pada babak tersebut, Mervo terpilih dan mereka lanjut pada tahap blind audition. Semangat bercampur kebahagian Herly bersama Alfriando Eldat Lukas, Alren Orlando Lukas, dan Angel Eva Filisita menyanyikan lagu berjudul Buktikan oleh Dewi Sandra ft Rayen Pasto. Suara merdu memenuhi panggung, membuat pendengar terkesima.

Hingga suara tersebut memikat salah satu coach yaitu Agnes Monica untuk menekan tombol dan membalik diri untuk melihat dari mana asalnya. Kebahagian tampak pada raut wajah mereka, namun mereka tetap bernyanyi. Hingga detik-detik terakhir coach Judika juga tak kuasa untuk tidak menekan tombol tersebut.

Ketegangan pun terasa saat Agnes dan Judika berperang untuk mendapatkan Mervo. Namun dengan percaya diri Herly memilih Judika. Sorak sorai para penonton menutup penampilan Mervo. Sekali lagi, wajah mereka tak dapat menutupi kebahagiannya. Mereka percaya dengan basic vocal group yang telah lama dipegang oleh Judika.

Latihan, olah vokal, Herly lalui dengan semangat. Ia juga tak mengesampingkan dunia pendidikannya. keduanya ia jalani tanpa ada keluhan, bahkan ia senang memaluinya. Hingga pada saat babak battle, Mervo dipasangkan dengan Janita Gabriela.  Menegangkan memang, karena seorang solo melawan group vocal.

Namun usaha yang telah mereka berikan tak sia-sia. Mereka mengalahkan Janita dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Hingga pada tahap knock out, tahap terakhir. Tahap dimana terdapat tiga bangku yang akan diduduki oleh penyanyi-penyanyi berbakat. Silih berganti suara-suara tersebut diperdengarkan.

Mervo berhasil mendapatkan kursi ketiga.namun tak lama setelah itu, penampilan keempat yang dibawa oleh Siti Rosalia merebut kursi milik Mervo. Itulah akhir dari penampilan mereka di The Voice of Indonesia. Pulang dengan penuh kebanggaan diakhir babak knock out.

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya”, begitulah yang dikatakan Herly si suara emas. Tak ada jejak penyesalan dalam perjalanan yang telah ia lalui. Ia tetap melanjutkan perkuliahaannya dengan ceria, Menunjukkan bahwa masih ada kesempatan lain untuk menggapai mimpinya.

Si Suara Emas dan Perjalanannya

Wanita cantik berwajah mungil serta mata tajam indah yang memancarkan keceriaan. Rambut hitam yang menjuntai sebahu, dengan tertawa yang unik menjadi khas dirinya. Ia merupakan finalis knock out dari The Voice of Indonesia. Ia adalah seorang anggota dari Mervo yang merupakan group vocalnya.

Menceritakan pengalamannya dihadapan teman-teman dengan kebanggaan namun bercampur kekecewaan.  Kisah yang ia tempuh bersama Mervo dari titik awal mengikuti The Voice of Indonesia 2016 menarik seluruh perhatian teman-teman yang menatapnya penuh semangat. Suara merdu yang keluar dari pita suaranya membuat suasana kelas seketika terkesima.

Herly Hutahaean yang menganyam pendidikan di Universitas Bunda Mulia, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia merupakan mahasiswa semester 3 yang mulai mengikuti The Voice of Indonesia pada April 2016. Bersama teman-temannya, ia mengikuti audisi dengan mengirim video melalui email dan diterima oleh produser.


Pada babak tersebut, Mervo terpilih dan mereka lanjut pada tahap blind audition. Semangat bercampur kebahagian Herly bersama Alfriando Eldat Lukas, Alren Orlando Lukas, dan Angel Eva Filisita menyanyikan lagu berjudul Buktikan oleh Dewi Sandra ft Rayen Pasto. Suara merdu memenuhi panggung, membuat pendengar terkesima.

Hingga suara tersebut memikat salah satu coach yaitu Agnes Monica untuk menekan tombol dan membalik diri untuk melihat dari mana asalnya. Kebahagian tampak pada raut wajah mereka, namun mereka tetap bernyanyi. Hingga detik-detik terakhir coach Judika juga tak kuasa untuk tidak menekan tombol tersebut.

Ketegangan pun terasa saat Agnes dan Judika berperang untuk mendapatkan Mervo. Namun dengan percaya diri Herly memilih Judika. Sorak sorai para penonton menutup penampilan Mervo. Sekali lagi, wajah mereka tak dapat menutupi kebahagiannya. Mereka percaya dengan basic vocal group yang telah lama dipegang oleh Judika.

Latihan, olah vokal, Herly lalui dengan semangat. Ia juga tak mengesampingkan dunia pendidikannya. keduanya ia jalani tanpa ada keluhan, bahkan ia senang memaluinya. Hingga pada saat babak battle, Mervo dipasangkan dengan Janita Gabriela.  Menegangkan memang, karena seorang solo melawan group vocal.

Namun usaha yang telah mereka berikan tak sia-sia. Mereka mengalahkan Janita dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Hingga pada tahap knock out, tahap terakhir. Tahap dimana terdapat tiga bangku yang akan diduduki oleh penyanyi-penyanyi berbakat. Silih berganti suara-suara tersebut diperdengarkan.

Mervo berhasil mendapatkan kursi ketiga.namun tak lama setelah itu, penampilan keempat yang dibawa oleh Siti Rosalia merebut kursi milik Mervo. Itulah akhir dari penampilan mereka di The Voice of Indonesia. Pulang dengan penuh kebanggaan diakhir babak knock out.

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya”, begitulah yang dikatakan Herly si suara emas. Tak ada jejak penyesalan dalam perjalanan yang telah ia lalui. Ia tetap melanjutkan perkuliahaannya dengan ceria, Menunjukkan bahwa masih ada kesempatan lain untuk menggapai mimpinya.

Minggu, 02 Oktober 2016

Murah Tak Berarti Murahan

Oleh : Nini Peoni

Suasana malam kota Jakarta tak lepas dari jajanan kaki lima pinggir jalan. Hal istimewa tidak harus berasal dari kemewahan, begitulah yang diberikan oleh Tenda Konoha ini. Terletak di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat dengan nuansa Jepang yang sangat menarik perhatian, mulai menjajakan makanannya pada pukul 18.30 WIB.

Kesederhanaan Tenda Konoha tidak mengurangi minat pengunjung untuk singgah kesana yang sekadar menghilangkan penat oleh padatnya kota Jakarta ini ataupun untuk berbincang bersama teman bahkan keluarga. Bagi Anda pecinta animasi Jepang nama “Konoha” tentu tidak asing ditelinga. Merupakan nama tempat yang diambil dari anime Naruto.

Terdapat nama-nama menu yang menarik dan asing ditelinga. Setelah melihat menu-menu tersebut, pilihan saya jatuh kepada ramen konoha. Nama tersebut menggugah rasa penasaran saya terhadap wujud ramen tersebut. Aroma kaldu ayam yang sudah tercium jauh dan semakin menyengat hingga mangkuk tersebut pas berada di hadapan.

Bermodalkan mie, sosis, potongan rumput laut, stik kepiting, dan juga bakso ikan yang tertata rapi di tepian mangkuk yang bercampur dengan kaldu ayam dan taburan serbuk cabai. Terlihat sederhana, namun memiliki aroma khas yang unik. Campuran aroma ayam, pedas, serta aroma seafood  menjadi satu.

Rasa potongan rumput laut yang samar-samar ditutupi oleh kaldu ayam serta kesegaran yang diciptakan oleh sedikit perasan jeruk nipis membuat kuah tersebut memiliki cita rasa yang sempurna. Dan diakhir rasa, aroma rumput laut mengalahkan kaldu ayam dan bertahan didalam mulut.

Tekstur mie yang padat dan kenyal saat dikunyah menjadi pendamping yang pas saat diseruput dengan kuah. Serta pelengkap yaitu bakso ikan, stik kepiting menambahkan cita rasa seafood dalam kuah tersebut dan juga sosis yang memperkuat rasa ayam. Bahan yang sederhana namun menciptakan rasa yang istimewa dan ramen Konoha ini di bandrol seharga Rp27 ribu.

Hal ini tak lepas dari usaha Hendy si koki sekaligus pemilik yang ingin memanjakan lidah pengunjung. Banyak hal yang ia lalui hingga akhirnya Tenda Konoha ini tetap berdiri. Walaupun bisa dibilang bahwa umur Tenda Konoha ini hanya sebesar biji jagung yaitu 3 bulan tetapi berkat jerih payah sang pemilik, Tenda Konoha ini sukses memikat hati para pengunjung.

Keberhasilan ini diperkuat oleh pernyataan Dimas yang merupakan salah satu pengunjung setia. Tenda Konoha sudah menjadi tempat wajib bagi ia dan teman-temannya. Baik muda maupun tua menjadi pengunjung Konoha ini, dan meja-meja selalu penuh dan silih berganti oleh orang yang baru.

Walaupun tidak sekelas bintang lima, Tenda Konoha tetap dapat menarik pengunjung dengan menu-menu unik yang disajikan dan keistimewahannya. Hal tersebut juga yang membuat para pengunjung tidak bosan dan tetap kembali.