Selasa, 29 November 2016

Malang, Salah Satu Nama Kota di Jawa Timur




Kota Malang, pernahkah terbesit dalam pikiran kalian kenapa kata 'malang' yang dipilih untuk menjadi nama kota? Kata malang, dapat didefinisikan sebagai arti yang kurang disenangi oleh beberapa orang yaitu bernasib buruk.

Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.  Terletak di dataran tinggi yang cukup sejuk, 90 km sebelah selatan Kota Surabaya. Dan merupakan kota terberbesar kedua dan dijuluki sebagai kota pelajar.

Salah satu kisah asal usul Kota Malang yang dikutip dari http://halomalang.com/serba-serbi/asal-usul-nama-malang berasal dari kata 'membantah' dan 'mengahalang-halangi' yang dalam bahasa Jawa berarti 'malang'. kata ini muncul karena kisah Sunan Mataram yang berniat meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur .

Serta menduduki daerah Malang, namun ia mendapat perlawanan perang hebat dari penduduk setempat. Oleh sebab itu, Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah ini "menghalang-halangi" keinginannya. Sejak itulah daerah ini dinamakan 'Malang'.

Juga berdasarkan penemuan prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, yakni di sebelah barat daya kota Malang.

Dalam prasasti tersebut terdapat tulisan,"...aning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I..." yang berarti,"...di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu...".
  
Dari bunyi tersebut kemudian ditarik kesimpulan bahwa Malang merupakan suatu tempat di sebelah timur dari beberapa tempat yang disebutkan dalam prasasti itu. Ini menandakan bahwa pemakaian nama Malang ternyata sudah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.

Namun informasi yang dikutip dari http://halomalang.com/serba-serbi/asal-usul-nama-malang berdasarkan pada tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat  tulisan yang berbunyi, "Malang nominor, sursum moveor". Kalimat tersebut jika diterjemahkan akan bermakna,"Malang namaku, maju tujuanku".

Kala itu pada 1 April 1964, ketika Malang tengah merayakan ulang tahunnya yang ke-50, kalimat tersebut kemudian dirubah menjadi "Malangkucecwara".

Semboyan tersebut diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan asal usul kota Malang pada masa Ken Arok sekitar 7 abad silam, yang mana telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi bernama Malangkucecwara.

Dari beberapa kisah yang menjelaskan asal mula nama Kota Malang ini, kisah manakah yang menurut kalian lebih cocok mengenai kebenarannya?

Selasa, 08 November 2016

Slime : Mainan yang Mudah Dibuat Oleh Si Kecil

Oleh: Nini Peoni



Tak ada habisnya mainan untuk anak-anak. Apapun dapat dijadikan mainan untuk mereka. Apakah kalian pernah mendengar kata slime? Mainan absrak namun membuat anak-anak ketagihan. Padat namun cair, dan memiliki variasi warna. Hanya dimainkan dengan cara dipegang, dan disentuh-sentuh saja. Aneh namun banyak digemari.

Di luar negeri, slime merupakan mainan anak SD dan telah ada sekitar 5 tahun yang lalu. Slime mulai booming di Indonesia saat-saat ini. Banyak anak-anak yang tidak tanggung-tanggung untuk membeli berbagai macam warna sekaligus. Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun juga tertarik.

Slime sendiri dibandrol seharga Rp15 ribu – Rp35 ribu per botolnya sesuai dengan jenis. Ada jenis metallic, milky, clear, dll sesuai variasi. Seperti slime berwarna pelangi, berbentuk buah, slime yang ditaburi glitter.

Anak-anak juga menjadikan slime sebagai lading penghasilan mereka sendiri. Bermodalkan mencoba-coba membuat slime, hingga akhirnya memproduksi dan kemudian menjualnya. Salah satu contohnya adalah Naya yang masih duduk di bangku SD kelas 4. Ia menghasilkan Rp60 juta dari menjual slime melalui online.

Hal ini cukup mencengangkan, karena mainan seperti itu dapat laku keras dipasaran. Beberapa orang berpendapat slime bukan hanya sekadar mainan, melainkan dapat dijadikan sebagai penghilang stress. Sebenarnya kita tidak perlu mengeluarkan uang sbesar itu untuk membeli slime.

Kita juga dapat membuat slime sendiri dirumah. Bahan yang diperlukan adalah 1 botol lem cair (apapun jenisnya dapat digunakan),  2sdm (sendok makan) borax. Juga siapkan 1 mangkuk kecil dan besar. Untuk pewarna dapat menggunakan pewarna makanan.

Campurkan lem dengan air 1 gelas penuh di dalam mangkuk kecil, kemudian diaduk. Dapat juga langsung dicampur dengan pewarna. Setelah tercampur dengan rata, diamkan terlebih dahulu.

Ambil mangkuk besar, kemudian masukkan 2sdm borax, dan 2sdm air putih. Kemudian setelah diaduk dengan rata, tuang campuran lem dengan air tadi ke dalam mangkuk besar dan diaduk dengan rata. Setelah diaduk terus menerus, cairan tersebut akan terasa semakin menggumpal dan itu artinya cairannya telah menjadi slime.

Bila bagi orangtua borax terlalu berbahaya untuk anak-anak, maka ada beberapa bahan yang dapat digunakan seperti tepung kanji, minyak goreng, air, dan juga pewarna. Siapkan  400ml air bersih, 2 gelas tepung kanji, 2 sdm pewarna makanan, dan ½ gelas minyak goreng, serta mangkuk dan sendok.

Masukkan tepung kanji ke dalam mangkuk kemudian masukkan air sedikit demi sedikit dan sambil diaduk. Setelah itu masukkan minyak gorengnya dan di aduk serta lihat kekentalan adonan. Bila sudah kental maka jadilah slime dari tepung. Masukkan adonan ke dalam kantong dan ikat dengan kuat.


Dapat dilihat bahwa membuat slime sebenarnya mudah dan tidak perlu bahan yang sulit. Slime juga dapat dijadikan sebagai mainan anak-anak yang tidak berbahaya karena dapat dibuat dari bahan makanan. Dan slime dapat menjadi menarik bila diberikan berbagai variasi hingga memikat minat beli orang.

Rabu, 26 Oktober 2016

Dialah Orang Nomor Satu di Indonesia dengan Kesederhanaannya

oleh Nini Peoni


Keberadaannya mulai mencuat saat ia dinyatakan sebagai calon pemimpin Jakarta. Dengan ciri khas sisiran rambut belah samping dan kemeja kotak-kotaknya. Kesederhanaan yang ia pancarkan dari dalam dirinya menarik perhatian masyarakat. 

Tema blusukan yang ia terapkan menjadikan dirinya semakin dikenal. "Kesederhanaan tanpa batas", ucap Murni mendeskripsikan. Tak sedikit masyarakat yang bangga dengan pria ini. Ia tidak segan-segan untuk langsung bertemu rakyatnya dan senantiasa mendengar pendapatnya.

Jokowi begitulah ia disapa, bernama lengkap Ir.  H Joko Widodo lahir di Solo tanggal 21 Juni 1961. Pernah mengenyam pendidikan di Universitas Gajah Mada, dengan meraih Sarjana Teknologi Kayu. Ia mulai terjun dalam dunia politik pada tahun 2005 sebagai Walikota Solo.

Tahun 2012 ia memenangi Pilkada DKI Jakarta, namun hanya dalam waktu 2 tahun ia dicalonkan oleh Megawati untuk maju sebagai capres. "Walaupun terbilang cepat, itu berarti ia memiliki cara kerja yang optimal", begitulah penilaian salah satu mahasiswi UBM.

Walaupun terbilang terburu-buru, namun hasilnya tak menepis bahwa mayoritas masyarakat juga ingin Jokowi memimpin Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kemenangannya pada tahun 2014. dengan kemenangannya, ini berarti ia juga menanggung beban yang sangat berat.

Tidak hanya pujian yang didapat, namun hal kontra juga mengelilingi Jokowi karena ciri khas blusukan-nya. "Sepertinya Jokowi lebih banyak blusukan-nya, malah dinilai lebih untuk pencitraannya. Kapan kerjanya?", begitulah yang dikatakan oleh salah satu teman SBY yang tidak ingin diberitahukan namanya.

Ia tetap mempertahankan cara kerjanya tersebut,  walaupun tak sedikit yang kurang setuju. “Tidak semua orang kan paham mengenai kebijakan yang Jokowi buat”, begitulah komentar salah satu masyarakat. Setiap pemimpin memang memiliki masing-masing ciri khas kepemimpinannya,  begitu juga Jokowi.


Hal ini dibuktikan Jokowi saat kunjungan kerjanya ke Provinsi Bengkulu. Setelah kunjungan selesai,  ia menghampiri masyarakat sekitar dan meladeninya dengan senyum ramah.  “Ya,  ayo”,  begitulah yang terlontar dari mulut Jokowi disertai dengan senyuman saat masyarakat mengajaknya untuk berfoto. 

Ia juga menyalami satu-satu rakyatnya. Warga mengaku senang karena tak berjarak dengan pemimpinnya, berbeda dengan pemimpin lain yang hanya sekadar melambaikan tangan, begitulah yang dikutip dari salah satu media . 

Dengan ciri khas kepempimpinannya yang terkesan spontan dan sederhana inilah yang menarik perhatian masyarakat. Mereka merasa diperhatikan oleh pemimpinnya sendiri, dilindungi. Sudah banyak catatan keberhasilan Jokowi yang dilakukan dengan blusukan-nya ini.                                                                                                                      

Selasa, 04 Oktober 2016

Si Suara Emas dan Perjalanannya


Wanita cantik berwajah mungil serta mata tajam indah yang memancarkan keceriaan. Rambut hitam yang menjuntai sebahu, dengan tertawa yang unik menjadi khas dirinya. Ia merupakan finalis knock out dari The Voice of Indonesia. Ia adalah seorang anggota dari Mervo yang merupakan group vocalnya.

Menceritakan pengalamannya dihadapan teman-teman dengan kebanggaan namun bercampur kekecewaan.  Kisah yang ia tempuh bersama Mervo dari titik awal mengikuti The Voice of Indonesia 2016 menarik seluruh perhatian teman-teman yang menatapnya penuh semangat. Suara merdu yang keluar dari pita suaranya membuat suasana kelas seketika terkesima.

Herly Hutahaean yang menganyam pendidikan di Universitas Bunda Mulia, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia merupakan mahasiswa semester 3 yang mulai mengikuti The Voice of Indonesia pada April 2016. Bersama teman-temannya, ia mengikuti audisi dengan mengirim video melalui email dan diterima oleh produser.


Pada babak tersebut, Mervo terpilih dan mereka lanjut pada tahap blind audition. Semangat bercampur kebahagian Herly bersama Alfriando Eldat Lukas, Alren Orlando Lukas, dan Angel Eva Filisita menyanyikan lagu berjudul Buktikan oleh Dewi Sandra ft Rayen Pasto. Suara merdu memenuhi panggung, membuat pendengar terkesima.

Hingga suara tersebut memikat salah satu coach yaitu Agnes Monica untuk menekan tombol dan membalik diri untuk melihat dari mana asalnya. Kebahagian tampak pada raut wajah mereka, namun mereka tetap bernyanyi. Hingga detik-detik terakhir coach Judika juga tak kuasa untuk tidak menekan tombol tersebut.

Ketegangan pun terasa saat Agnes dan Judika berperang untuk mendapatkan Mervo. Namun dengan percaya diri Herly memilih Judika. Sorak sorai para penonton menutup penampilan Mervo. Sekali lagi, wajah mereka tak dapat menutupi kebahagiannya. Mereka percaya dengan basic vocal group yang telah lama dipegang oleh Judika.

Latihan, olah vokal, Herly lalui dengan semangat. Ia juga tak mengesampingkan dunia pendidikannya. keduanya ia jalani tanpa ada keluhan, bahkan ia senang memaluinya. Hingga pada saat babak battle, Mervo dipasangkan dengan Janita Gabriela.  Menegangkan memang, karena seorang solo melawan group vocal.

Namun usaha yang telah mereka berikan tak sia-sia. Mereka mengalahkan Janita dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Hingga pada tahap knock out, tahap terakhir. Tahap dimana terdapat tiga bangku yang akan diduduki oleh penyanyi-penyanyi berbakat. Silih berganti suara-suara tersebut diperdengarkan.

Mervo berhasil mendapatkan kursi ketiga.namun tak lama setelah itu, penampilan keempat yang dibawa oleh Siti Rosalia merebut kursi milik Mervo. Itulah akhir dari penampilan mereka di The Voice of Indonesia. Pulang dengan penuh kebanggaan diakhir babak knock out.

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya”, begitulah yang dikatakan Herly si suara emas. Tak ada jejak penyesalan dalam perjalanan yang telah ia lalui. Ia tetap melanjutkan perkuliahaannya dengan ceria, Menunjukkan bahwa masih ada kesempatan lain untuk menggapai mimpinya.

Si Suara Emas dan Perjalanannya

Wanita cantik berwajah mungil serta mata tajam indah yang memancarkan keceriaan. Rambut hitam yang menjuntai sebahu, dengan tertawa yang unik menjadi khas dirinya. Ia merupakan finalis knock out dari The Voice of Indonesia. Ia adalah seorang anggota dari Mervo yang merupakan group vocalnya.

Menceritakan pengalamannya dihadapan teman-teman dengan kebanggaan namun bercampur kekecewaan.  Kisah yang ia tempuh bersama Mervo dari titik awal mengikuti The Voice of Indonesia 2016 menarik seluruh perhatian teman-teman yang menatapnya penuh semangat. Suara merdu yang keluar dari pita suaranya membuat suasana kelas seketika terkesima.

Herly Hutahaean yang menganyam pendidikan di Universitas Bunda Mulia, merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ia merupakan mahasiswa semester 3 yang mulai mengikuti The Voice of Indonesia pada April 2016. Bersama teman-temannya, ia mengikuti audisi dengan mengirim video melalui email dan diterima oleh produser.


Pada babak tersebut, Mervo terpilih dan mereka lanjut pada tahap blind audition. Semangat bercampur kebahagian Herly bersama Alfriando Eldat Lukas, Alren Orlando Lukas, dan Angel Eva Filisita menyanyikan lagu berjudul Buktikan oleh Dewi Sandra ft Rayen Pasto. Suara merdu memenuhi panggung, membuat pendengar terkesima.

Hingga suara tersebut memikat salah satu coach yaitu Agnes Monica untuk menekan tombol dan membalik diri untuk melihat dari mana asalnya. Kebahagian tampak pada raut wajah mereka, namun mereka tetap bernyanyi. Hingga detik-detik terakhir coach Judika juga tak kuasa untuk tidak menekan tombol tersebut.

Ketegangan pun terasa saat Agnes dan Judika berperang untuk mendapatkan Mervo. Namun dengan percaya diri Herly memilih Judika. Sorak sorai para penonton menutup penampilan Mervo. Sekali lagi, wajah mereka tak dapat menutupi kebahagiannya. Mereka percaya dengan basic vocal group yang telah lama dipegang oleh Judika.

Latihan, olah vokal, Herly lalui dengan semangat. Ia juga tak mengesampingkan dunia pendidikannya. keduanya ia jalani tanpa ada keluhan, bahkan ia senang memaluinya. Hingga pada saat babak battle, Mervo dipasangkan dengan Janita Gabriela.  Menegangkan memang, karena seorang solo melawan group vocal.

Namun usaha yang telah mereka berikan tak sia-sia. Mereka mengalahkan Janita dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki. Hingga pada tahap knock out, tahap terakhir. Tahap dimana terdapat tiga bangku yang akan diduduki oleh penyanyi-penyanyi berbakat. Silih berganti suara-suara tersebut diperdengarkan.

Mervo berhasil mendapatkan kursi ketiga.namun tak lama setelah itu, penampilan keempat yang dibawa oleh Siti Rosalia merebut kursi milik Mervo. Itulah akhir dari penampilan mereka di The Voice of Indonesia. Pulang dengan penuh kebanggaan diakhir babak knock out.

“Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya”, begitulah yang dikatakan Herly si suara emas. Tak ada jejak penyesalan dalam perjalanan yang telah ia lalui. Ia tetap melanjutkan perkuliahaannya dengan ceria, Menunjukkan bahwa masih ada kesempatan lain untuk menggapai mimpinya.

Minggu, 02 Oktober 2016

Murah Tak Berarti Murahan

Oleh : Nini Peoni

Suasana malam kota Jakarta tak lepas dari jajanan kaki lima pinggir jalan. Hal istimewa tidak harus berasal dari kemewahan, begitulah yang diberikan oleh Tenda Konoha ini. Terletak di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat dengan nuansa Jepang yang sangat menarik perhatian, mulai menjajakan makanannya pada pukul 18.30 WIB.

Kesederhanaan Tenda Konoha tidak mengurangi minat pengunjung untuk singgah kesana yang sekadar menghilangkan penat oleh padatnya kota Jakarta ini ataupun untuk berbincang bersama teman bahkan keluarga. Bagi Anda pecinta animasi Jepang nama “Konoha” tentu tidak asing ditelinga. Merupakan nama tempat yang diambil dari anime Naruto.

Terdapat nama-nama menu yang menarik dan asing ditelinga. Setelah melihat menu-menu tersebut, pilihan saya jatuh kepada ramen konoha. Nama tersebut menggugah rasa penasaran saya terhadap wujud ramen tersebut. Aroma kaldu ayam yang sudah tercium jauh dan semakin menyengat hingga mangkuk tersebut pas berada di hadapan.

Bermodalkan mie, sosis, potongan rumput laut, stik kepiting, dan juga bakso ikan yang tertata rapi di tepian mangkuk yang bercampur dengan kaldu ayam dan taburan serbuk cabai. Terlihat sederhana, namun memiliki aroma khas yang unik. Campuran aroma ayam, pedas, serta aroma seafood  menjadi satu.

Rasa potongan rumput laut yang samar-samar ditutupi oleh kaldu ayam serta kesegaran yang diciptakan oleh sedikit perasan jeruk nipis membuat kuah tersebut memiliki cita rasa yang sempurna. Dan diakhir rasa, aroma rumput laut mengalahkan kaldu ayam dan bertahan didalam mulut.

Tekstur mie yang padat dan kenyal saat dikunyah menjadi pendamping yang pas saat diseruput dengan kuah. Serta pelengkap yaitu bakso ikan, stik kepiting menambahkan cita rasa seafood dalam kuah tersebut dan juga sosis yang memperkuat rasa ayam. Bahan yang sederhana namun menciptakan rasa yang istimewa dan ramen Konoha ini di bandrol seharga Rp27 ribu.

Hal ini tak lepas dari usaha Hendy si koki sekaligus pemilik yang ingin memanjakan lidah pengunjung. Banyak hal yang ia lalui hingga akhirnya Tenda Konoha ini tetap berdiri. Walaupun bisa dibilang bahwa umur Tenda Konoha ini hanya sebesar biji jagung yaitu 3 bulan tetapi berkat jerih payah sang pemilik, Tenda Konoha ini sukses memikat hati para pengunjung.

Keberhasilan ini diperkuat oleh pernyataan Dimas yang merupakan salah satu pengunjung setia. Tenda Konoha sudah menjadi tempat wajib bagi ia dan teman-temannya. Baik muda maupun tua menjadi pengunjung Konoha ini, dan meja-meja selalu penuh dan silih berganti oleh orang yang baru.

Walaupun tidak sekelas bintang lima, Tenda Konoha tetap dapat menarik pengunjung dengan menu-menu unik yang disajikan dan keistimewahannya. Hal tersebut juga yang membuat para pengunjung tidak bosan dan tetap kembali.

Rabu, 16 Desember 2015

Pesona Pari yang Memanjakan Mata





Hamparan laut biru jernih yang menghiasi tepian pulau, tampak memanjakan mata para wisatawan saat pertama kali mendarat di Pulau Pari ini. Penat yang dirasakan sesaat sampai di pulau ini tidak seberapa ketika wisatawan disuguhkan dengan pantai nan indah.
           
            Jakarta (7/11) Bermula dari pelabuhan Muara Angke, rombongan Fikom Universitas Bunda Mulia langsung menuju kapal yang akan kami tumpangi untuk sampai di sebuah pulau yang bernama Pulau Pari. Kapal tersebut cukup besar dan dapat menampung rombongan UBM yang berjumlah 107 orang beserta wisatawan lokal lainnya. Seluruh biaya seperti tiket kapal dengan harga Rp 47.000,- serta fasilitas-fasilitas dan juga makan telah digabung dalam paket tour yang kami dapatkan seharga Rp 340.000,- per orang. Sehingga dari pelabuhan, kami diberi tiket dan langsung menuju kapal.

            Sesampainya di Pulau Pari, wisatawan dibawa menuju homestay yang merupakan  rumah penduduk lokal yang sengaja disewakan untuk para wisatawan. Homestay tersebut dilengkapi oleh beberapa kamar yang memiliki fasilitas AC dan juga telah disediakan kasur,         2 kamar mandi, memiliki ruang tamu dan juga televisi. Tidak hanya itu, fasilitas lain seperti sepeda juga disediakan sehingga wisatawan dapat menggunakan sepeda untuk berkeliling pulau pari ini. 

            Terlintas dipikiran mengapa dinamakan Pulau Pari, padahal tidak terlihat ikan pari di sekitar pantai. Ternyata pada tahun 80 an pulau ini dihuni oleh banyak ikan pari yang muncul hingga ditepian pantai, maka muncul ide untuk menamakan pulau tersebut Pulau Pari. Namun sangat disayangkan karena selalu diburu oleh warga lokal, populasi ikan pari menyusut dan mulai pindah ke laut dalam, itulah mengapa tidak ada ikan pari terlihat di tepian pantai. Sebelum pulau ini menjadi destinasi para wisatawan, pekerjaan warga sekitar adalah petani rumput laut. namun karena polusi yang berasal dari limbah kapal yang melintas Pulau Pari, maka rumput laut tidak dapat berkembang biak dengan baik. Setelah kegagalan tersebut, maka warga lokal memutuskan untuk membuat Pulau Pari menjadi tempat wisata.  Pulau Pari pertama kali dijadikan tempat wisata adalah pada tahun 2010. Pari menjadi pulau yang diminati karena keadaan  lingkungannya yang masih asri, begitulah cerita singkat dari Ibu Jubaidah seorang pedangang di Pulau Pari.

            Dari segi fasilitas, yang ada dipulau ini sudah bisa dibilang memadai namun tidak juga dapat dibilang baik sepenuhnya, karena apa bila dibandingkan dengan wisata pulau lainnya masih memiliki perbedaan jauh dari segi fasilitas. Penduduk lokal Pulau Pari sendiri masih mengelolah pariwisata ini sendiri tanpa bantuan pemerintah. “ Ya kalo selama ini, pemerintah kita masih belum, jadi kita masi swadaya masyarakat saja. Pemerintah hanya memberi dukungan.” kata Bapak Nurhayat Ketua RW Pulau Pari. Sangat disayangkan wisata yang ada di Indonesia seperti ini yang memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan internasional tidak dikembangkan dengan baik. Pada awal tahun pertama dibuka para pengunjung memuncak hingga pada akhir tahun 2013 pengunjung mulai berkurang. Padahal sektor pariwisata berperan besar terhadap pemasukan Negara Indonesia. Menurut dosen ekonomi Dr. Edi Purwanto, S. Th., SE, MM proyek-proyek pengembangan pariwisata Indonesia baik dari pemerintahan maupun dari investor sangat menguntungkan. Pulau Pari tidak dapat dipungkiri keindahannya.

            Pulau Pari sendiri juga dikelilingi oleh pantai yang diberi nama unik seperti Pantai Kresek yang merupakan singkatan dari ‘Keren dan Seksi’ dan juga Pantai Perawan. Diantara kedua pantai tersebut, yang paling diminati oleh wisatawan adalah Pantai Perawan karena hamparan pasir putih dan juga lautan biru jernih yang menyatu dan tampak indah. Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai tersebut adalah berenang, bermain voli, bahkan hanya sekedar kumpul-kumpul bersama keluarga dan berfoto-foto. 

            Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh tour guidenya di Pantai Perawan ini adalah menanam pohon bakau. Antusias anak-anak Fikom UBM sangat kelihatan saat melakukan kegiatan ini walaupun terik matahari menyengat. Setelah mendengar penjelasan dari dosen, kemudian bibit-bibit pohon bakau dibagikan kepada mahasiswa dan kemudian dengan semangat mereka semua langsung menuju ke tengah pantai untuk menanam bibit tersebut.
 
            Setelah selesai menanam bibit bakau, anak-anak diberi waktu istirahat sebelum sunset tiba. Tampak raut wajah bahagia disetiap wajah mereka semua yang tertawa lepas, ada yang bermain air bersama yang lain, berfoto ria, bahkan hanya sekedar santai dan mengobrol. Namun sangat disayangkan, pada petang hari itu matahari terbenam tidak dapat terlihat dari pantai perawan padahal kurang pas rasanya pantai tanpa keindahan matahari terbenam yang memancarkan warna cahaya yang hangat tersebut. Salah satu kegiatan yang popular di Pulau pari ini adalah snorkeling di Pulau Burung dan Pulau Tengah yang memiliki spot-spot bagus bagi peminat snorkeling. Tapi sangat disayangkan rombongan kami tidak mencoba kegiatan yang satu ini karena kendala waktu.

            Kegiatan tidak hanya selesai sampai disitu, acara masih berlanjut hingga malam hari. Acara pada malam hari adalah acara panggang-panggang yang biasa disebut BBQ an yang diadakan di Pantai Kresek . Kami diberi waktu untuk membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu tepat jam19.00 WIB para rombongan berangkat menuju Pantai Kresek. Lokasi yang dituju cukup jauh bila berjalan kaki, maka ada yang menggunakan kendaraan sepeda untuk mencapai Pantai Kresek. Acara BBQ an tersebut telah dirancang sedemikian rupa, semua bahan telah dipersiapkan dimulai dari ikan , cumi, semua merupakan hasil tangkapan para nelayan sekitar yang masih segar. Bak tamu terhormat kami tidak perlu panggang-panggang sendiri melainkan hanya tinggal menyantapnya saja, hal tersebut telah dipersiapkan semuanya oleh tour guidenya. 

            Udara malam yang menyejukkan bertolak belakang dengan cuaca pada siang hari yang begitu panas. Dengan ditemani angin malam yang sejuk, membuat suasana begitu nyaman. Walaupun sejuk, tetapi suasana hangat tetap terbangun oleh canda tawa rombongan kami, dan oleh asyiknya perbincangan yang berlangsung. Tepat pukul 21.00 WIB acara BBQ an selesai dan anak-anak diminta untuk kembali ke homestay masing-masing untuk beristirahat. Keesokan paginya rombongan kami bersiap untuk kembali ke Jakarta dan berangkat pukul 11.00 WIB. 

            Banyak pulau-pulau kecil di Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata yang indah, hanya bagaimana cara masyarakat merawat tempat tersebut. Seperti yang dikatakan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara Tazbir Abdullah S.H wisata yang nyaman bukan berarti harus mewah tetapi bersih, aman, dan tertib, maka wisatawan akan menyukai tempat wisata tersebut.