Senin, 07 Desember 2015

Kumpulan berita selama 1 semester

*4 jenis berita dalam 1 topik
Pengeroyokan Gojek di Bekasi

*Berita Lempang
       Asep Supriatna (23) warga Teluk Buyung, Bekasi Utara yang berprofesi sebagai pengemudi Gojek menjadi sasaran amuk oleh ojek pangkalan pada hari Selasa lalu(25/8), sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut bermula saat Asep hendak menarik sewa penumpang di Jl. Agus Salim, Bekasi Timur tepat di depan SMAN 01. Ia mendadak dihampiri oleh sejumlah anggota ojek pangkalan setempat.
     Cekcok pun tidak dapat dihindari oleh kedua belah pihak. Para anggota ojek pangkalan menanyakan mengapa Asep nekad mengambil sewa penumpang yang ada di wilayahnya, kisah Asep saat melapor pada SPK Polresta Bekasi Kota. Asep lantas berargumen membela dirinya yang membuat suasana semakin tidak terkendali. Disaat yang bersamaan beberapa pelaku menarik helm bahkan sampai merusak jok motor korban. Beberapa hari setelah kejadian, Asep menemui mereka lagi dengan bermaksud untuk menanyakan apa alasan ojek pangkalan setempat melakukan hal tersebut dan juga bermaksud untuk mengajak para pelaku untuk bergabung menjadi Gojek. Alih-alih diterima, sang korban kembali dikeroyok oleh ojek pangkalan.

*Berita bertafsir
       Peristiwa pengeroyokan itu terjadi karena rasa dengki dari pelaku yang merasa pengemudi gojek yang begitu gampangnya merebut penumpang yang berada di lokasi ojek pangkalan setempat. Hal baik yang ingin disampaikan oleh Asep yang baru saja bergabung di Gojek selama seminggu ditolak mentah-mentah oleh para pelaku. Merasa tidak ada cara lain, maka Asep melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib sehinggs para pelaku kemudian ditangkap dan kemudian dijerat hukum.
       Fenomena antara perseturuan Gojek dan ojek pangkalan memang tidak terhindarkan. Dari sisi masyarakat, mereka merasa aman, efektif, dan biayanya terjangkau saat menggunakan Gojek. Hal tersebut yang membuat para ojek pangkalan resah akan kehadiaran Gojek yang membuat pangkalan ojek setempat rugi dan merasa penumpangnya direbut .

*Berita Investigatif
    Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada beberapa titik wilayah yang rawan terjadi pengeroyokan seperti yang dialami korban. Paino (35) selaku koordinator Gojek wilayah bekasi menjelaskan bahwa wilayah tempat Asep mengalami pengeroyokan sudah dikenal rawan penolakan ojek online yang dikenal dengan nama Gojek ini dan banyak pengemudi Gojek yang baru sehingga belum paham akan wilayah-wilayah yang rawan tersebut sehingga masih saja ada pengemudi Gojek yang menjadi korban pengeroyokan di wilayah rawan.

*Berita Mendalam
       Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata sudah banyak peristiwa pengeroyokan tersebut, sehingga perusahaan gojek memutuskan agar para driver tidak melewati dan mengambil penumpang di daerah tertentu. Hal ini dilakukan guna menghindari pertikaian antara sesame tukang ojek. Beberapa lokasi yang tidak diasarankan adalah daerah UI, Manggarai, Tanah Abang, dan Kalibata, karena di daerah tersebut driver Gojek sempat mengalami berbagai insiden.
       Tidak hanya itu, untuk mempermudah driver menghindari wilayah yang rawan, perusahaan telah melengkapi aplikasi “warning” di setiap smartphone driver. Nantinya akan nada tanda merah di GPS driver yang menandakan daerah tersebut adalah daerah rawan. Tetapi masih ada beberapa driver yang belum paham atau mengetahui tentang aplikasi “warning” tersebut sehingga masi ada driver yang mengalami pengeroyokan tersebut.


*Berita Feature

Pesona Pari yang Memanjakan Mata
Hamparan laut biru jernih yang menghiasi tepian pulau, tampak memanjakan mata para wisatawan saat pertama kali mendarat di Pulau Pari ini. Penat yang dirasakan saat sampai di pulau ini tidak seberapa ketika wisatawan disuguhkan dengan pantai yang indah.
            Jakarta (7/11) Bermula dari pelabuhan Muara Angke, kami rombongan Fikom Universitas Bunda Mulia langsung menuju kapal yang akan kami tumpangi untuk sampai di Pulau Pari. Kapal tersebut cukup besar dan dapat menampung kami yang berjumlah 107 orang beserta wisatawan lokal lainnya. Seluruh biaya seperti tiket kapal dengan harga Rp 47.000,- serta fasilitas-fasilitas dan juga makan telah digabung dalam paket tour yang kami dapatkan seharga Rp 340.000,- per orang. Sehingga dari pelabuhan, kami diberi tiket dan langsung menuju kapal.
            Sesampainya di Pulau Pari, wisatawan dibawa menuju homestay yang berasal dari rumah penduduk yang sengaja disewakan untuk para wisatawan. Homestay tersebut dilengkapi oleh beberapa kamar yang memiliki fasilitas AC dan juga telah disediakan kasur, 2 kamar mandi, memiliki ruang tamu dan juga televisi. Tidak hanya itu, fasilitas lain seperti sepeda juga disediakan sehingga wisatawan dapat menggunakan sepeda untuk berkeliling pulau pari ini.
            Pulau Pari sendiri dikelilingi oleh pantai yang diberi nama unik seperti Pantai Kresek yang merupakan singkatan dari ‘Keren dan Seksi’ dan juga Pantai Perawan. Diantara kedua pantai tersebut, yang paling diminati oleh wisatawan adalah Pantai Perawan karena hamparan pasir putih dan juga lautan biru jernih yang menyatu dan tampak indah. Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai tersebut adalah berenang, bermain voli, bahkan hanya sekedar kumpul-kumpul bersama keluarga dan berfoto-foto. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh tour guidenya di Pantai Perawan ini adalah menanam pohon bakau. Kegiatan lain yang diminati oleh wisatawan adalah snorkeling di Pulau Burung dan Pulau Tengah yang memiliki spot-spot bagus bagi peminat snorkeling.
            Setelah menikmati bermain di pantai, kegiatan ditutup dengan acara malam yaitu BBQ di Pantai Kresek. Untuk mencapai Pantai Kresek dari homestay, kami menggunakan sepeda yang telah disediakan karena jarak tempuhnya cukup jauh. Ditemani dengan angin malam yang sepoi membuat suasana semakin nyaman. Begitulah acara kami dari pagi hingga malam hari, keesokan paginya kami bersiap untuk berkemas dan kembali ke Jakarta.


 *lead berita feature ( lead kalimat pendek )



Semangat Pelajar Tak Mengenal Usia
  
         
Bangga! Diusianya yang hampir satu abad ia tetap semangat menjalankan dapat meraih gelar Diploma. Kadang kehidupan tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Disaat ia seharusnya mengecap bangku pendidikannya, ia harus berhenti karena harus merawat sang adik, dan ibunya yang tubuhnya sedang digerogoti kanker.
Ialah nenek Bekema, dengan penuh perasaan sedih bercampur kecewa ia terpaksa berhenti sekolah diumurnya yang masih 17 tahun, sedangkan masa tersebut adalah masa-masa ia bersemangat untuk mengenyam pendidikan sekolah. Tetapi semangatnya tetap tinggal didalam dirinya hingga ia berumur 97 tahun. Semangat yang ada dalam dirinya tersebutlah yang membawa nenek yang memiliki nama panjang Margaret Thome Bekema meraih gelar Diplomanya disaat ia berumur 97 tahun yang seharusnya ia lulus pada tahun 1936.
Hal ini bermula saat keponakan dan juga anak nenek Bekema yang mendukung semangat bersekolah yang masih dimiliki olehnya. Sehingga mereka menghubungi pihak sekolah Grand Rapids Catholic Central High dan menceritakan tentang kisah nenek Bekema dan betapa berartinya jika ia berhasil mendapatkan gelar diploma dari sekolahnya tersebut. kisah yang dialami nenek Bekema banyak menginspirasi banyak orang dan membuat orang lebih bersemangat dan berusaha dalam mencapai cita-cita. Oleh sebab itu sekolah tempat nenek Bekema belajar tersebut tidak ragu untuk memberikan gelar diploma kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar